Cari Blog Ini

selamat datang

"If better is possible,good is not enough
"


terima kasih atas kunjunga anda

Minggu, 24 Oktober 2010

Apa Itu Spirulina?

Spirulina adalah tumbuhan Mikro Ganggang yang telah hidup sejak 3,6 milyar tahun yang lalu. Spirulina merupa- kan sumber nutrisi alami yang paling lengkap dibandingkan dengan sumber nutrisi lain yang pernah ada.

Spirulina adalah sejenis ganggang hijau-biru yang ditemukan pada danau, kolam, dan laut





KANDUNGAN NUTRISI SPIRULINA
Secara umum Spirulina memiliki kandungan sebagai berikut:



    * 60 – 70% Protein

    * 20 – 25% Karbohidrat

    * 3 – 5% Lemak

    * 5 – 8% Mineral dan Vitamin

    * 2 – 5% Air Pigmen


MANFAAT SPIRULINA
Spirulina adalah sumber nutrisi 100% alami dan merupakan makanan yang bersifat alkali. Agar tubuh tetap sehat, sangat penting bagi kita untuk mengkonsumsi makanan sehari-hari dengan proporsi seimbang antara 80% makanan ber-alkali dan 20% makanan bersifat asam.
Tubuh yang sehat mengandung alkali yang rendah (PH 7.3 – 7.4).

SPIRULINA MEMPUNYAI BEBERAPA KELEBIHAN:
* Menstabilkan jumlah sel-sel darah merah, sel-sel darah putih dan hemoglobin.
* Memenuhi kebutuhan nutrisi dalam tubuh.
* Mengurangi efek samping terhambatnya produksi stem sel, (sel-sel penghasil sel darah)
* Mengurangi efek yang tidak baik dari kemoterapi, seperti kepala pusing, tidak nafsu makan, sukar tidur, mual muntah, tenggorokan kering ataupun nervous.

SIAPA SAJA YANG MEMBUTUHKAN SPIRULINA?
Secara umum Spirulina dibutuhkan oleh semua golongan usia:
* Anak-anak.
* Dewasa.
* Dan orang tua yang peduli akan kesehatan.

Khususnya yang termasuk ke dalam kelompok:
* Dalam masa pertumbuhan.
* Penderita stress, depresi.
* Mereka yang cepat letih, lelah, lesu, lemah.
* Mereka yang dalam masa pemulihan fisik karena sakit atau operasi.
* Mereka yang sedang dalam proses diet kesehatan (menekan kadar Kolesterol, Trigliserida, Hypertensi dan gula darah).
* Penderita Maag, Gastritis dan gangguan pencernaan lainnya.


Spirulina sudah dikonsumsi selama ribuan tahun oleh orang Mexico (suku Indian Aztec dan Maya), orang Afrika, dan orang Asia. Spirulina memiliki protein lengkap karena sebagian besar kandungannya adalah asam amino -- pembentuk protein. Spirulina juga merupakan sumber yang kaya akan berbagai nutrisi, di antaranya vitamin B kompleks, beta-karoten, vitamin E, karotenoid, mangan, zinc, copper, zat besi, selenium, dan gamma linolenic acid (GLA). Percobaan laboratorium membuktikan zat besi dalam spirulina setara dengan kandungan dalam daging sapi. Karena memiliki kemampuan untuk menstimulasi sistem imun, spirulina diyakini memiliki efek antiviral dan antikanker. Percobaan pada hewan menunjukkan spirulina juga dapat melindungi tubuh dari reaksi alergi.

Spirulina telah digunakan di Rusia untuk merawat korban bencana nuklir Chernobyl, khususnya anak-anak. Pada anak-anak yang menderita akibat paparan radiasi, spirulina membantu meningkatkan sistem imunnya. Kegunaan Spirulina Peningkatan Imunitas Percobaan pada hewan menunjukkan spirulina meningkatkan produksi antibody, cytokines (protein pelawan infeksi), dan sel lain yang meningkatkan imunitas dan membantu menyembuhkan infeksi dan penyakit kronis seperti kanker.

Suplemen Protein 62% Spirulina terdiri dari asam amino, sehingga merupakan sumber makanan yang kaya akan protein dan nutrisi lain. Spirulina telah digunakan secara tradisional sebagai suplemen alami bagi orang yang tidak dapat memperoleh kalori atau protein yang cukup karena diet atau bagi orang yang membutuhkan nutrisi lebih seperti atlet.

Beberapa Hasil Penelitian menunjukkan manfaat Spirulina terhadap:

    * Anemia; Percobaan pada hewan menunjukkan spirulina meningkatkan hematopoiesis (pembentukan sel darah merah). Ini diyakini karena tingginya kandungan zat besi di dalamnya.

    * Reaksi alergi; Percobaan menunjukkan spirulina dapat melawan reksi alergi dengan mencegah pelepasan histamin (zat yang menyebabkan gejala alergi, seperti hidung tersumbat, mata berair, dsb).

    * Penyakit yang berhubungan dengan penggunaan antibiotik; Spirulina dinilai lebih efektif jika dikombinasikan penggunaannya dengan antibiotik tersebut, karena meskipun antibiotik menghancurkan organisme yang merugikan dalam tubuh, antibiotik juga dapat "membunuh" bakteri "baik" yang disebut probiotik (seperti Lactobacillus acidophilus) yang kadang-kadang dapat menyebabkan diare. Pada percobaan klinis ditemukan  spirulina dapat meningkatkan pertumbuhan L.acidophilus dan probiotik lain.

    * Infeksi; Beberapa percobaan juga menunjukkan spirulina memiliki kemampuan melawan infeksi akibat herpes, influenza, cytomeglovirus, dan HIV.
    * Kanker mulut; Dalam suatu penelitian, 87 orang yang mengunyah tembakau dan mempunyai precancerous lesion (leukoplakia) diberi spirulina atau placebo secara acak. Lesi(luka pada mulut) pada pemakai spirulina lebih terbantu untuk sembuh daripada pemakai placebo.
    * Kerusakan Liver; Spirulina dapat membantu melawan perusakan lever dan cirrhosis (gagal lever) pada hepatitis kronis.

    * Kesehatan kulit; sehubungan dengan sifat melembabkan dan mengencangkan, dan komponen yang diturunkan dari spirulina memiliki kemampuan untuk membantu mengurangi inflamasi, seperti arthritis.

Selama ini, tidak ada kandungan racun yang ditemukan dalam spirulina, berdasarkan percobaan pemberian dosis tinggi kepada binatang. Spirulina juga telah diujikan pada hewan yang sedang mengandung dan tidak ada risiko terhadap ibu atau janin, dan anak tikus yang ditemukan. Belum ada laporan pembuktian terhadap manusia. Karenanya, paling aman untuk membicarakan dengan dokter Anda jika Anda mengkonsumsi spirulina selama hamil dan menyusui.

Kemungkinan Interaksi Tidak ada laporan literatur ilmiah yang menyatakan spirulina berinteraksi dengan pengobatan konvensional lain.

1 komentar:

kerenz mengatakan...

hahahahhaahha